KataNusa.com
Halo,

Pembaca

Download our available apps

Apple IoS KataNusa.com Android Apps KataNusa.com
Harga Sawit di Jambi Pekan Ini Mulai Merangkak Naik
Harga Sawit di Jambi Pekan Ini Mulai Merangkak Naik
Seorang petani saat memuat TBS sawit ke truk pengangkut. Foto; exposse.com

Katanusa - Setelah dua pekan terakhir harganya berangsur turun, pekan ini bulan April 2022 harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Jambi kembali merangkak naik lagi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal, melalui bidang PSPHP, Jum'at (08/04) menyebutkan, berdasarkan hasil rapat penetapan harga TBS Kelapa Sawit Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama pihak terkait lainnya, Kamis (31/03) harga TBS sawit di Jambi pekan ini periode 8-13 April 2022 mengalami kenaikan di bandingkan pekan lalu.

Untuk tamanan usia 10-20 tahun seharga Rp3.769,23 per kilogram. Ini terjadi kenaikan harga sebesar Rp51,02 per kilogram dari periode yang lalu. Sementara untuk harga rata-rata TBS menurut umur tanaman, juga naik sebesar Rp45,42 per kilogram.

"Harga rata-rata CPO Rp15.190,43, harga rata-rata Inti Sawit Rp13.296,44 dan Indeks K 93,64 persen. Sedangkan harga TBS umur 10-20 tahun sebesar Rp3.769,23 per kilogram," terangnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga sawit sebelumnya yakni dipengaruhi oleh permintaan CPO dari luar negeri yang terus meningkat. Selain itu juga di sebabkan oleh kondisi perkebunan banyak yang sudah tua, sehingga hasil produksinya menurun.

Untuk minggu ini, Ia tak menjelaskan secara rinci apa penyebab turunnya harga sawit ini. Namun, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh permintaan pasar dunia.

Berikut rincian harga TBS sawit di Jambi menurut umur tanaman, untuk periode 08-13 April 2022:

1. Umur 3 tahun Rp2. 933,99

2. Umur 4 tahun Rp3.141,53

3. Umur 5 tahun Rp3.285,38

4. Umur 6 tahun Rp3.422,12

5. Umur 7 tahun Rp3.508,36

6. Umur 8 tahun Rp3.583,76

7. Umur 9 tahun Rp3.653,82

8. Umur 10-20 tahun Rp3.769,23

9. Umur 21-24 tahun Rp3.657,74

10. Umur 25 tahun Rp3.493,45

Untuk di ketahui, penetapan harga yang dilakukan Dinas Perkebunan bersama perusahaan dan pihak terkait lainnya ini, berlaku bagi petani yang sudah membentuk kelompok tani atau kemitraan. Sedangkan untuk petani swadaya yang masih perorangan, tetap tergantung bagaimana dan kemana mereka menjualnya. (Jen)

Sumber: exposse.com

Komentar Sumatera